July 22, 2016

BERISIK!

Keras amat neng suaranya?

Ada perempuan berisik yang pernah saya temui. Perempuan paling lantang yang selalu memekakkan telinga. Ingin sekali cepat-cepat saya bungkus wajahnya dengan kain seadanya. Saya tidak akan pernah terbiasa.

Saya memperhatikan wajahnya. Tidak ada hal yang istimewa. Biasa saja. Tidak ada juga pengeras suara di langit-langit mulutnya ku rasa. Tapi apa yang membuatnya suaranya begitu menyiksa saya? Oh mungkin juga segala apa yang dia bicarakan tidak ada isinya juga. Ternyata benar apa yang sedari dulu tertulis, bahwa tong kosong nyaring bunyinya. Ini sungguh-sungguh nyata.

Apa yang kau cari perempuan?
Bukankah cukup perlahan saja kau ucap kata, akan banyak manusia memuja? Lalu Kenapa kau tinggikan suaramu menaiki awan tanpa tujuan? Membingungkan.

Rendahkan lah suaramu, teduhkanlah tatapmu. Bukankah kau terlahir sebagai tempat mencari ketenangan dan menjadi ibu? Perbanyak diam, perhatikan dan dengarkan. Karena itu yang nanti anak-anakmu mimpikan. :)

July 15, 2016

Biasa saja

Belum lama, harapan-harapan saya sebatas menyelesaikan HARI INI dengan baik-baik saja. That's what i really want. Muluk-muluknya cita-cita dan semua mimpi biar saja menunggu disana. Saya hidup sekarang secukupnya. Ada beberapa titik dalam hidup yang sungguh mengajarkan nilai "ketidak apa-apaan" yang tinggi. Buktinya? Saya sekarang menjadi manusia yang bebas. Sebebas dan seikhlas burung terbang yang sewaktu-waktu terenggut nyawa karena banyak bidikan senjata. Jiwa saya lepas di atas sana, karena hidup sudah membentuk saya menjadi perempuan biasa. Ter-biasa dan sekali lagi, tidak apa-apa. Anehnya, Tuhan memberikan saya bungkusan khusus dalam hati, yang berisi tawa bahagia yg kau tidak akan mengerti jika ku bagi. Ajaib ya? Menurut saya, disitulah keajaiban menjadi manusia yang selalu ingin belajar mengerti tentang apa yang sebenarnya hidup berusaha katakan. Bukan melihat apa yang terucap, tetapi memperhatikan apa yang tidak tersingkap.

Dulu, saya marah kalau tangan saya tidak dapat menggapai atau ada yang tidak sesuai. Akan kau lihat badai dan hancur nya segala tercerai berai. Lalu saya berfikir, apa yang sebenarnya saya cari? Puaskah saya terbakar sedikit api? Lalu siapa yang harus membereskan semua kekacauan ini? Kemudian hidup berencana memaksa saya duduk di bangku sekolahan yang belum pernah saya masuki sebelumnya. Tangan dan kaki saya terbelenggu, saya tidak dapat melangkah dari situ. Bila ingin marah, biarkan saja membakar diri sampai memerah darah. Bila ingin merusak, rusaklah bangkumu sendiri supaya terduduk ku di lantai yang dingin ini. Apapun yang akan ku lakukan, selalu panahnya kembali bersarang di jantung menghilangkan debaran. Kemudian sejak hari itu, saya terdiam dan memperhatikan, ternyata hidup ingin menempa saya dari batu biasa menjadi berlian.

Sekarang? Saya selalu mengiyakan segala permintaan hidup yang sering menawarkan bingkisan di tengah gelap pekat yang tak dapat kau lihat. Saya melangkahkan kaki dengan pasti menapaki anak tangga dengan semua lampu yang mati. Tidak mungkin Tuhan meninggalkan saya begitu saja tanpa ada titik cahaya di ujungnya nanti.

Yah, jiwa saya mengepakkan sayapnya kesana kemari. Menertawakan kecemasan dalam diri tentang apa yang ada untuk saya nanti? Angin meniup arah mengajak saya semakin pasrah. Inikah yang Kau namakan ikhlas? Karena saya begitu bahagia dan lepas. Harapan bukan untuk di tunggu sampai terdengar doamu dari kalbu. Harapan itu untuk kau berikan kepadaNya berserah diri, lalu menyelesaikan usiamu seandainya pelukpun tak sempat kau beri.

Ps : tulisan ini tertuju untuk semua orang yang begitu mati-matian berjuang menghabiskan waktu mencapai segala yang di impikan. Berhentilah sejenak, karena waktu tidak akan kembali dan kau akan menangisinya sekali lagi.

July 12, 2016

Pencuri waktu


Jika ada yang harus di salahkan atas semua rasa yang berterbangan di langit sore yang merah merona, mungkin adalah ketidaktahuan kita bahwa waktu memang tidak akan pernah mengembalikan semua. Dia akan terus dan terus berlari, mencuri segala potongan, yang terbiasa kita sebut dengan kehilangan. Sepanjang jalan, hanya sisa-sisa kecil yang bisa kita kumpulkan, lalu simpan dalam-dalam.

Memang, sesuatu akan terasa begitu dekat dan mengalir deras sampai tenggorokan tercekat juga, adalah ketika keberadaannya telah tiada. Menelusuri jalan itu,selalu menggandeng banyak tanda tanya, juga kebingungan yang tak kunjung reda. Bingkai-bingkai itu masih utuh. Warnanya pun tak pernah pudar atau melepuh. Mungkin kah kau sering kembali sambil berlari bersimbah peluh?

Yang terlihat banyak juga penyesalan berceceran, dan lupa pun membungkus berjuta kata yang pernah terucap. Ku kira sudah tidak ada, nyatanya ada putik bunga bertumbuh di sekitarnya, menandakan bahwa Tuhan masih menjaganya. Entah rasa syukur atau bukan yang harus aku katakan, karena berkali-kali aku kembali, semua tetap seperti ini. Atau aku harus mencari penghapus memori? Ternyata bukan itu yang aku ingini, banyak yang akan tetap tersimpan jauh di lubuk hati. Seperti ampas kopi kau seduh kembali, semua rasa ini akan selalu menjadi bekas mewangi yang tidak dapat kau cium lagi. Kapal sudah berlayar pergi, yang tersisa hanya kita yang menyesali, bagaimana dulu kita biarkan waktu menghempas memori, lalu menyelesaikan sulaman hati sendiri. Bentuknya memang tidak dapat ku kenakan lagi, tapi hanya ini yang aku miliki. Yang tersisa dari ingatan, hujan dan daun-daun yang berguguran, hanyalah putaran angin yang tak pernah-pernahnya siap memetik kenangan.

Ajaibnya, waktu selalu berhasil mengubah luka menjadi tawa, dan kecewa menjadi hal yang tidak apa. Mungkin karena kita juga semakin beranjak dewasa, banyak hal yang kembali kita tertawakan bersama. Itu  juga yang membuatku mencintai segelas kopi. Pahitnya yang selalu ku cari-cari lagi, merasuk ke dalam, memberi pelajaran yang tak ingin ku selesaikan. Andai bisa ku dengar terus-terusan, hanya itu lagu nostalgi yang akan aku mainkan. Mungkin suatu saat kita akan bertemu, tanpa memecah tatap yang berpendar. Ini hadiah terhebat yang pernah kau berikan, karena oleh-oleh dari sebuah pertemuan, adalah kenangan yang tak terelakan. Terimakasih :)

March 31, 2016

ruang sempit.

saya bukan orang yang suka banyak berteman, tapi saya punya segelintir sahabat yang membahagiakan. saya juga tidak suka berkenalan, saya merasa cukup dan hal baru selalu terasa menegangkan. saya selalu di kelilingi manusia yang itu-itu saja, paling tidak, saya terhindar dari banyaknya muka dua. ada yang mencoba tinggal, mungkin tidak suka, ini sepi dan membosankan. lalu beranjak mencari keramaian. ada yang tidak pernah pergi, sedari dulu selalu disini mengisi ruang kosong dalam hati. sejatinya, hanya mereka yang saya miliki.

saya di nilai penyendiri. memang itu yang saya cari. telapak tangan saya berkeringat ketika banyak orang berbicara dan mendengung pekat. sunyi sepi yang selalu saya ingini, menatap langit kebiruan dengan sedikit rintik hujan menemani. jangan sekali sekali datang lalu mencari tempat, saya tidak akan menanggapi. saya sudah merasa cukup dengan ini.
ruang hati saya sempit. batin ini tak mampu lagi menampung berbagai sakit.
kita bercerita saja di sore hari, sambil menunggu senja mengabadikan janji kita sekali lagi.

saya tidak suka banyak bicara. kalau saja menulis bisa di bawa-bawa.
Pun semakin lama, banyak hal yang tidak mampu juga saya tuliskan. saya hanya dalam-dalam merasakan. lalu apa yang saya suka? Mengetuklah perlahan, mungkin akan saya bukakan. Jangan lupa kau bawa secangkir kopi kesukaan, kita akan berbincang mengupas malam tanpa berat beban. Saya bukan menyulitkan, saya hanya menanti sampai kapan kau mampu bertahan disini :)

March 25, 2016

membebaskan hati

melepas pergi adalah kesiapan untuk kehilangan satu ruang lagi.  kekosongan hati yang memaksamu untuk duduk sendiri, berfikir untuk merubah perjalanan mimpi.
kemudian kau ragu, apakah ada harga yang harus kau beli demi mempersiapkan itu? tapi ada yang membuatmu ingin terbang bersama kepakan indah dan berputar di antara pelangi. diam-diam ada titik bergaris yang menyambung senyum simpul, kau tertunduk lega.

dia yang kau lepas pergi adalah rasa benci. pasung yang kau buka sendiri. kekhawatiran yang kau bawa jauh dari hati. hanya ketenangan yang kau miliki. sudah seharusnya begini. hanya saja, terlalu banyak manusia yang tidak menyadarinya.bahwa ada yang menggerogoti jantung, tanpa kau sadar sudah lama hatimu lelah bertarung. menghabiskan nafas, mengikis bahagiamu kian menjadi ampas. hiduplah seperti apa yang kau ingini, sederhana tanpa rantai besi yang mengikat kakimu sendiri. bebaskan jiwamu mengiringi bunga-bunga yang baru saja ingin bersemi, putari rintik hujan yang lembut mendinginkan hati. berharaplah seperlunya, syukuri semua.

March 22, 2016

Are you happy?

Apakah kebahagiaan akan selalu menjadi rumah terakhir yg di singgahi bersama dengan berlayarnya kapal kecilmu? Apakah kebahagiaan yg selalu menjadi mata tombak dari segala hal yang begitu ingin kau tuju? Apakah kebahagiaan akan selalu menjadi doa dan harapan yang kau sebut-sebut ketika Tuhan sedang kau rayu?

Banyak manusia mencari kebahagiaan di tempat yang salah. Bukan, bukan disitu. Tapi di tanamnya kaki kuat-kuat ke dalam bumi, agar tak mudah beranjak dia mencari yg lain lagi. Dia patahkan hatinya sendiri di kuburkannya bersama janji dan kata-kata nostalgi. Tak pernah di rasa, di tempat itu juga bisa kemarau, tanah mengerak, matahari bersinar tegak. Apakah kau kira bunga-bunga wangi akan selalu bertebaran dan rumput akan selalu hijau terkena hujan?

Lalu dimana sebenarnya tempat kebahagiaan yang kau bilang?
Dimana tempat yg mampu membuatmu merasa menghilang? Asal jangan kau pergi ke tempat yang pernah menggelapkan jalanmu untuk pulang. Asal jangan kau melangkah ke tempat yang pernah mendorong mu jatuh ke jurang. Adakah satu manusia saja yang dapat menjanjikan kebahagiaan bahkan untuk orang kesayangan? Jangan terlalu bodoh untuk membuka hati lalu mengakui sendiri, bahwa tidak ada janji yang dapat di tulis mati, tidak ada pula bahagia kalau bukan dari mu sendiri.

Stop looking for happiness
In the same place u lost it.

December 29, 2015

Terimakasih tahun terhebat!

i am a different person one minute ago. tubuh dan jiwa ini beberapa jam yang lalu bisa memotong urat nadi.
lalu beberapa jam kemudian bisa menangisi diri sendiri.
tidak pernah salah banyak orang mencari tempat untuk berlari. sekedar putaran baru saja untuk kau lalui berulang kali. dengan keringat peluh berteman lagu patah hati, lelah itu sebenarnya kau cari.

ada banyak konstelasi yang tidak akan bisa ku pahami.
cahaya nya berbeda di setiap malam maupun ketika terang datang menyerang. konstelasi yang hanya ingin ku perhatikan. tidak ada lintasan yang bisa aku bayangkan.
betapa manusia ini adalah makhluk paling rumit yang pernah aku ketahui! makhluk paling tidak tahu diri sekaligus makhluk dengan hati setajam duri. aku tidak pernah bahagia, dengan semua ketentuan ini. sulitnya menjadi manusia biasa saja.

2015, tahun terhebat dalam hidupku. di tahun inilah aku tumbuh menjadi diri seutuhnya. diri yang penuh gelak tawa dan banyak luka menganga. i'm good. aku juga tidak butuh sesuatu yang dapat membuatku terbang tinggi hanya untuk terjatuh lagi keesokan hari. aku tidak memaksakan diri untuk pergi jauh dari masalah masalah yang membuatku ingin berlari tanpa kembali lagi. buktinya, masih juga aku disini. jangan di tanya, tahun ini adalah tahun ter fuck up. yes, it is. belum ada buah matang yang bisa ku petik. yah, mungkin masih terlalu cepat aku menunggu hujan rintik.
kali ini masih panas matahari yang mengelupas kulit. i have an umbrella. screw u.

aku bosan menjadi manusia.
aku ingin menjadi pohon tua yang berumur ratusan tahun lamanya.
aku bisa menjadi tempat berteduh yang hebat, atau bisa juga menjadi Tuhan bagi sebagian orang yang menyesatkan. either way, let me be that old tree. i'm happier that way.
daripada menjadi manusia, dipaksa hidup hanya untuk memuaskan jiwa yang tak henti hilang dahaga.

terimakasih 2015, i'll clean up ur mess.

July 27, 2015

Forgotten not forgiven

Tidak pernah terfikir oleh saya, bahwa ternyata menjadi lupa itu adalah salah satu kebaikan dari Tuhan. Apa jadinya ketika hati dan pikiran kita terpenuhi dan sesak oleh semua kenangan yang pernah kita miliki? Mungkin tidak akan pernah ada ungkapan "time heals". Karena tidak akan ada satupun luka yang tersembuhkan sebelum kita mampu melupakan. Dan terlupa adalah hadiah terbaik dari Tuhan untukmu. Tidak ada pil yang harus kau tenggak untuk membantumu lupa. Tidak ada kabel- kabel panjang yang terhubung pada mesin pembaca gelombang akal untuk mengejutkanmu dengan kenangan yang terenggut paksa.

Lupa adalah karunia.
Banyak orang menyebutnya dengan "move on". Tidak akan mampu kau beranjak dari tempat yang pernah membuatmu tertidur nyenyak, kalau bukan karena bingkisan 'lupa' yang membuatmu tersentak, kemudian kau bergegas pergi menghalau semua mimpi yang mengikuti. Kau bilang, sudah habis waktumu disini, pergi saja kau dan jangan kembali. Lalu semuanya memudar dan terhabisi.

Seperti hal nya aku yang kembali untuk membersihkan debu dari tempat terakhir aku pergi. Begitu banyak potongan potongan yang membingungkan. Seakan tidak pernah terjadi, semua begitu menegangkan. Ada beberapa cangkir teh juga yang belum terselesaikan. Teka teki ini terlalu berat untuk ku pecahkan. Kemudian tersadari, bahwa lupa juga salah satu dari cara Tuhan melindungiku dari luka yang berulang dalam hati. Aku pun berhenti mencari ingatan itu lagi.

Manusia hanya mampu melangkah kan kaki, tanpa henti mencari. sedang Tuhan adalah penentu arah angin yang selalu memberi lagi dan lagi. Kita hanya SELALU tidak pernah tahu cara berterimakasih.

July 8, 2015

sepasang kaus kaki

9:22
someone just ask me, how does it feels to be a mother of two and a wife?
actually, that's the most hard question for me.

semua manusia di belahan bumi manapun mengerti, tidak akan pernah menjadi hal yang mudah menjadi seorang ibu. you can still runaway if you are married to someone else. but being a mom? hell no. you have to stay for good. ini kalo pembicaraannya menyangkut naluri seorang ibu saja ya. perempuan masih bisa memungkiri, tapi seorang ibu tidak akan mampu beranjak pergi. ini pertanyaan yang terlalu sulit untuk saya. dan pertanyaan yang terlalu panjang pula jawabnya.

saya pun menjawab dengan jawaban yang singkat. :
it's hard. sometimes i just wanna be free like the way i used to be. but yah..  this is a blessing too. :)

recently, i just gave birth to a very beautiful baby girl. she's my angel. tetapi ada satu hal yang merasuki kepala saya bersamaan dengan obat-obatan penghilang rasa sakit yang tidak mempan itu. that day, satu malam itu, malam di hari saya melahirkan putri saya, ada sesuatu yang memukul dada saya kencang-kencang. satu pertanyaan yang bergetar kemudian menyisakan lamunan kasar. I'M A MOTHER OF TWO NOW??? hard silence after that.apakah mungkin selama ini kaki kanan saya luka-luka karena hanya memakai satu kaus kaki saja? apakah Tuhan memang ingin melengkapi perjalanan saya saat ini juga? sejauh ini saya tidak pernah merasa sudah menjadi ibu yang baik untuk anak laki-laki saya. tiba-tiba saya di beri skenario tebal untuk di pelajari secara cepat untuk kemudian saya perankan. dulu, saya pernah berdoa "Tuhan, Engkau Yang Maha Mengetahui keinginan hamba, kalau hamba mampu menjaga dan mendidik anak perempuan hamba menjadi wanita hebat dan menjadi wanita yang tetap berada di JalanMu, maka hamba mohon kabulkan doa hamba untuk memiliki anak perempuan. tapi kalau memang hamba tidak akan mampu menjaganya dan hamba tidak akan mampu menjadikan nya menjadi wanita hebat, maka yang terbaiklah yang akan Engkau beri Ya Tuhan. hamba ikhlas dan bahagia dengan apapun nanti. and here i am, in the middle of the night, menyadari bahwa saya sudah tiba di titik yang di janjikan oleh Tuhan. saya di percaya sekali lagi. malam demi malam yang berlalu akan menjadi siang demi siang yang tak berlagu. lelah sudah tergambar bagai kelopak layu.

saya pun adalah seorang istri. fondasi dari berdirinya sebuah rumah yang di janjikan menjadi tempat berteduh. jauh dari segala gaduh, dekap peluk hangat melunturkan segala susah. saya harus kuat melebihi kemampuan saya untuk menjadi kuat dan gagah. Tuhan juga sudah menyediakan ketegaran lebih untuk saya lahap dengan serakah. karena saya adalah tiang yang menjulang tinggi untuk orang-orang yang saya cintai. sebegitu saja mimpi yang saya miliki.

jadi, mungkin memang tidak akan ada jawaban pasti yang bisa menggambarkan banyaknya puing-puing yang ingin saya satukan disini. kaki kanan saya hampir pulih, ada sepasang kaus kaki yang   kini menemani. masih sepatu yang sama seperti yang kau lihat bertahun yang lalu. masih kaki yang sama dan jantung yang sama. betapapun jauh saya berjalan, ada jejak yang akan selalu saya tinggalkan. kali ini bersama dua tapak kecil yang berlari, sudah tidak ada lagi yang saya cari. ini semua yang saya miliki.

*thank you for asking. now i know what to write about. :)*

July 5, 2015

29

Hari ini, potongan sayapku tumbuh menjadi sepasang kepak yang ku rasa menghalau sedih. Aku terbangun tanpa tangis maupun pedih. Ada yg mengganjal dari balik punggung ku. Mungkin semua harapan pupusku yg lalu sudah menjadi gumpalan waktu.

Hari ini aku terbang, begitu tinggi tanpa ingin kembali. Hatiku sedang berpacu, ada bahagia yg membungkusnya menjadi baru. Ini yang terhebat. Terimakasih Tuhan untuk semua yang lalu dan waktu yang berdegup cepat.  Dengan semua ini aku mampu bersyukur dan menemukan cinta cinta yg terbentuk dari sapa dan pergi yang begitu saja.

Setelah ini, bangunkan dari tidur pagiku, dengan bahu terkuat dan langkah tertinggi.  Demi semua yang akan ku bawa sendiri.  Bila lelah berjalan, akan selalu ada kepak sayap menggantikan. Tidak akan menjadi begitu sulit untukmu menerka warnaku di langit biru. Yang punya guratan luka tembak di sayap kanan, itu aku. Bahagia kini pun menjelma menjadi burung-burung kecil yang menari mengelilingi.

Hari ini, Tuhan masih menumbuhkan rerumputan hijau di sela tanahku yang retak. Masih ada ampunan. Belum ada bunga-bunga kecil yang mekar. Mungkin aku harus mulai menanam harapan.

Disini tidak akan menjelma menjadi taman terindah dengan sungai nya yang menyuburkan. Hanya akan ada sedikit pepohonan dan satu bangku taman. Aku tidak punya undangan. Tidak akan ada yang ku panggil masuk. Aku tidak suka keramaian. Aku sendiri bukan berarti sepi, tapi memang ini yang ku nanti. Ada ruang tunggu di balik pintu ini, tunggulah aku disitu jika kau sudi. Jika tidak, aku tidak keberatan untuk mu pergi, hanya yang berarti akan menanti.

Terimakasih kepada semua keadaan & ketiadaan.
Aku akan selalu belajar untuk tidak berhenti berjalan dan menemukan.

Happy 29 :)

May 24, 2014

blessing

Setiap hujan turun, ada gemericik nyanyian kecilnya tentangmu. Begitu mudah nya kau dikenali oleh para prajurit hujan yang derap langkahnya menghafal jentik jemarimu. Sering kau mainkan tetesannya sampai mengalir jauh sesekali melompat ke wajahmu yang kerap tersenyum kecil. Kau mencintai hujan. Sepertiku. Kau seorang penyediri. Sepertiku. Terkadang kau adalah aku. Aku begitu cepat mengertimu ketika sekelebat membacamu. Mata itu mampu ku selami beribu kali hanya untuk berkaca pada beningnya, lalu bertanya apakah kau baik-baik saja?

Bertahun tahun lamanya, kau tak pernah berubah. sering menungguku di persimpangan. Kau selalu tahu dimana bisa menemukan ku. Berbagai arah dan jembatan berbeda kita lalui, perjalanan selalu mempertemukan kita kembali. Kau mungkin tak pernah tahu betapa panjang rasa syukur ku karena kau memutuskan untuk tetap tinggal di tempat sempit ini. Relung batin yang berdebu,tapi akan selalu ada tempat untukmu.

Hei. Ingatlah.. aku tidak pernah beranjak dari sini. Dari tempat pertama kau temukanku sendiri. Sampai satu saat nanti, akan kau lalui jalan berbeda lagi.. akan ku panjatkan bahagia untukmu nanti. Panjanglah umurmu agar kita bisa saling mengingatkan apa yang terlupa. Tercapailah semua yang kau impikan, demi dia yang nanti menunggumu di depan.

jangan lupa pulang.. ke tempat kita berteduh. Seperti biasa, melarikan diri dari segala macam gaduh.