January 28, 2017

EMPATHY

"if you could just put yourself in their shoes for a moment, perhaps you would understand why it is not as easy as you seem to think."

ini. menurut saya, ini hanya berlaku untuk memahami bagaimana merasakan hidup orang lain, atau untuk merasakan seperti apa yang orang lain rasakan dengan ikut berdiri di sisi yang sama.
walaupun tidak terlalu persis ikut merasakan jantung yang kesakitan atau otak yang kram, paling tidak masih bisa ada air mata yang ikut mengalir ketika mencoba 'sepatu orang lain' di kaki kita.

TAPI. sayangnya. ini tidak berlaku untuk sebagian besar orang yang tidak tahu cara berbicara atau memperlakukan orang lain. well, apparently, 'put yourself in their shoes for a moment', bagi sebagian orang, hanya berlaku untuk memahami KEADAAN seseorang. tidak mengajarkan kita untuk bagaimana bersikap dan berbicara. you know what i mean? it's like, banyak orang yang tidak menempatkan diri menjadi orang itu, ketika mereka berbicara.
ok, belibet.

"hei.. how are you? long time no see ya? YOU LOOK.. (and this, is not a great greetings to start) fat/skinny/dark/brown/whatever." me? i don't have anything to say. i'm just.. i think i wont ever say that if i were you. ah. that's what i meant. saya tidak akan pernah mengatakan itu seandainya saya jadi dia. that's not a greetings. apa yang membuat mereka merasa berhak menilai orang lain? orang-orang seperti mereka, seharusnya cukup di beri hak HIDUP saja. that's a max.
manusia selalu menghabiskan umur untuk menjadi sesuatu yang bisa di pelajari. damn, they're complicated and mostly jerk. dan untuk merubah mereka? adalah seperti memahat patung yang sudah mengeras. what are you doing? you are wasting your time.

yah, mungkin hanya saya yang berpandangan sempit. yang belum lama saya tahu adalah ternyata tidak semua orang terlahir dengan EMPATI. what is empathy? empathy is understanding other people by using your imagination to feel something like what they are feeling, such as pain,
sorrow, and other emotions. but how do people do it? oh, for this one, i'm allowed to judge.
MOST PEOPLE DON'T HAVE IT!! Setiap hari seharusnya kita mempunyai ritual untuk selalu bertukar sepatu. yah, demi melembutkan hati yang mengeras, demi mengerti apa yang membuatnya menangis begitu keras. bukan berfikir bahwa dia sudah gila, duduklah sebentar bersamanya.

begitu juga kehidupan yang terus bergulir ini,
Jakarta selalu melahirkan manusia-manusia baja yang setiap hari di tempa.
seperti banyak orang-orang yang berebut masuk ke dalam kereta commuter, adalah contoh Empati yang hilang di tengah kerumunan, tidak peduli tua atau muda, ibu hamil atau gadis belia. Semua ingin duduk. Pura-pura tidur agar tidak diganggu atau sibuk dengan handphonenya sendiri.
lain hari, ketika itu waktumu untuk berdiri, terlambat datang karena semalaman begadang menertawakan orang lain. apa yang sebenarnya terlintas di pikiranmu? apa yang setiap hari kau gadaikan demi kenyamananmu sendiri itu?

sekecil apapun, masih ada harapan. kalau kita sudah tidak mempunyai empati, baiklah.
tapi, jangan hancurkan istana pasir di dalam benak anak-anak kecil yang baru saja akan di bangun.
mungkin saja empati mereka tumbuh subur disitu. karena dengan empati, hidup yang keras ini akan mudah kau lalui seperti mata air terakhir di bumi.

lalu, sepatu siapa yang kau pakai kali ini?

2 comments:

gelembung-gelembung sabun!