<meta name="google-site-verification" content="DsJVsUMj6wOt_N1RDN7ElJiR2Hb2dUXHLQj8AUshhCs" />
September 23, 2026
April 30, 2026
Butuh Untuk Tidak Dibutuhkan
Kamu tidak tahu sejak kapan hidupmu menjadi tempat orang-orang menaruh kebutuhannya. Tapi sepertinya sudah cukup lama, sampai kamu lupa pernah punya ruang yang hanya kamu miliki sendiri-tanpa seseorang yang menunggu di pinggir kesadaranmu, (ya, seperti biasa) untuk meminta sesuatu. Ini bukan tentang profesi, bukan tentang segala keharusan hidup setelah dewasa, bukan sebuah beban, atau sebuah daftar panjang tentang apa yang harus dilakukan. Ini tentangmu yang tidak boleh terlihat lelah. Karena lelahmu, adalah tanda tanya mereka tentang ketidaktahuannya kalau kamu butuh untuk tidak merasa salah karena sudah memendam lelah.
Ada kutukan kuat dibalik kata ‘kamu hebat dalam banyak hal.’ Ya, tidak ada yang mengambil alih, tidak ada yang mengobati, pun sekedar berbagi hari. Ini bukan lelah yang bisa dihilangkan dengan tidur lebih awal, atau yang bisa diatasi dengan bepergian ke tempat impian. Ini bertahan yang diartikan sebagai kekuatan, dinamai sebagai ‘yang selalu bisa diandalkan.’ Pujian yang tidak pernah terasa manis, begitu miris. Pikirmu.
Kalau kamu berhenti, semua bertanya ‘kenapa?’ Kalau kamu mengeluh, akan ada yang merasa bersalah, dan kamu akan menghabiskan energimu untuk menenangkan mereka. Jadi? Sebaiknya diam saja, dan teruslah berjalan.
Kamu sering berpikir tentang laut. Bagaimana kapal-kapal itu datang dan pergi. Menurunkan beban, mengambil apa yang mereka butuhkan, lalu berlayar. Tidak ada yang bertanya pada laut, karena laut selalu ada. Sebesar dan sedalam apapun, selalu terlihat menenangkan dan tidak pernah terlihat kepenuhan. Tapi laut juga punya badainya. Dengan caranya, ingin memporakporandakan gelombang, lalu kembali tenang tanpa beban.
Kamu butuh untuk tidak dibutuhkan.
Sampai kamu mampu mengingat lagi bahwa ada bagian dari diri yang bukan milik siapapun. Yang tidak perlu berguna untuk tetap ada. Yang tidak perlu kuat untuk layak beristirahat. Kamu ingin pulang memilih dirimu sendiri, tanpa peran atau kehebatan yang membanggakan. Kamu ingin pulang, bukan lagi sebagai sisa setelah yang lain bahagia, kali ini sebagai yang utama dan satu-satunya.
Tulisan ini, untuk kalian semua yang selalu menjunjung bahagia orang lain diatas miliknya. Waktu akan berpihak dan pelangi itu akan segera tiba. Jangan menyerah ya :’)
October 1, 2024
Unconditional love between two people who can't be together is a bittersweet dance of longing and acceptance, where emotions run deep but are colored by the understanding that circumstances, for whatever reason, keep them apart. It’s a love that transcends physical presence or shared futures, rooted in a deep connection that exists beyond time, space, or societal expectations.
May 8, 2024
Tidak ada yang pernah benar-benar tinggal
Seperti banyaknya kenangan abu-membiru di kepalaku. semua selalu pergi. entah meninggalkan elegi atau memori yang membuatku tertawa kecil berkali-kali. apapun itu, seringnya berakhir juga. menemui muara, atau mengalir begitu saja.
Riuh itu akan sepi. Sedih itu, akan terkubur sendiri. beri hati waktu untuk mengerti, bahwa semuanya akan terlewati. perjalanan panjangmu itu, akan menjadi cerita. luka di kaki karena langkah-pun, akan memerah lalu membekas tanpa arah.
Sakitmu yang kau tangisi, akan menjemput penawarnya sendiri. yang terlalu sulit kau terima, akhirnya akan mudah juga kau bawa.
Semua pasti berlalu, yang nyata akan semu, sementaramu juga tak akan selamanya disitu. hanya waktu yang aku punya untuk menjamu hadirnya ingatan tentangmu. milikku satu yang tak akan kembali dan tak bisa ku gadaikan nanti.
Beberapa ingatan tidak akan pernah sama, seperti raut wajahku yang menuliskan duka bahagia, tidak ada yang selamanya.
Semua pasti berlalu. seperti luruhnya kecewamu yang membatu, terbungkus tawa haru jadi satu.
menaruh harap, menerbangkan angan, semua selalu pergi menebar jaring kenangan.
Berlalu. Menjauh. Melaju.
February 19, 2024
I’m at this phase, dimana sudah merasa tidak perlu panjang cerita atau panjang kisah nyata. Kalau dirasa sudah tidak sejalan atau berbeda haluan, bisa kuputuskan untuk berputar arah tujuan. i won't explain anything.
February 7, 2023
kali ini, tanpaku
January 9, 2023

seperti memercikkan penawar pada bercak lamunanku, selalu kamu maknai semua tanda. tanpa memaksa waktu untuk selalu beriring, pun tak menjeratku dalam kesempurnaan ingin. aku mewarnaimu dengan beberapa krayon di kantongku, aku tak memerlukan satu kotak penuh untuk menghaturkan kagumku, kau adalah warna pasti yang aku tahu,ucapku.
melarungkan nafas dalam getaran bahasa mata, mengalirkan tawa dalam upacara kata-kata. kita adalah kita, yang sering bertanya, bagaimana semesta menggariskan temu dan sapa, menjadi hiruk pikuk kepala yang menyelami samudera rasa? aku yang tak seberapa jauh dari titik pandangmu, dulu. dan kamu yang membawa pertanda tak terbaca sekian lama. mungkin ini adalah hati yang tertunduk malu pada waktu yang tegak berdiri. Bagai teater mimpi yang enggan menutup layar usangnya yang penuh lubang, meski pertunjukan telah sampai pada tiupan terompet kerang di garis belakang.
aku adalah aku, yang begitu rancu dengan kepahitan senyum simpul dalam diam. dan kamu adalah kamu yang berwarna keemasan, membelai hening duduk bersila pada angan. kita, adalah bekal perjalanan menaiki kereta puisi yang ku rangkai dalam sepi. ku gadaikan malamku untuk berdoa, semoga tawa sampai demikian luap dan bahagia melimpah demikian ruah. terimakasih untuk rumitnya semesta, kita pun tak henti belajar menerka dan mengeja takdirnya.
June 23, 2022
June 25, 2019
Heart broken.
May 7, 2019
May 3, 2019
Patah & Terbelah
Di setengah putaran malam, tiba-tiba terfikir satu hal yang mendadak menjadi jawaban atas semua pertanyaan ini. bahwa sebenarnya, manusia itu akan selalu saling menyakiti satu dengan yang lainnya. karena kita bukan manusia yang utuh sesungguhnya. retakmu yang tak berujung akan selalu mencari siapa yang mampu menutupnya. dan siapapun dia yang mampu menutupnya, akan mencari dia yang membawa penawar racun dalam tubuhnya. akan selalu ada haus yang tak terperi, akan selalu ada hilang yang tak kunjung kembali, akan selalu ada missing pieces yang tidak menemukan letaknya lagi. kau bawa pergi, kau bawa pulang mendaki hati yang tinggi, pun tak kau temukan dimana. kau lelah, kecewa pun datang tak berkilah. hidup seketika menjadi salah. memaki kehidupan yang membuatmu berkeluh kesah.
.jpeg)





