Kamu tidak tahu sejak kapan hidupmu menjadi tempat orang-orang menaruh kebutuhannya. Tapi sepertinya sudah cukup lama, sampai kamu lupa pernah punya ruang yang hanya kamu miliki sendiri-tanpa seseorang yang menunggu di pinggir kesadaranmu, (ya, seperti biasa) untuk meminta sesuatu. Ini bukan tentang profesi, bukan tentang segala keharusan hidup setelah dewasa, bukan sebuah beban, atau sebuah daftar panjang tentang apa yang harus dilakukan. Ini tentangmu yang tidak boleh terlihat lelah. Karena lelahmu, adalah tanda tanya mereka tentang ketidaktahuannya kalau kamu butuh untuk tidak merasa salah karena sudah memendam lelah.
Ada kutukan kuat dibalik kata ‘kamu hebat dalam banyak hal.’ Ya, tidak ada yang mengambil alih, tidak ada yang mengobati, pun sekedar berbagi hari. Ini bukan lelah yang bisa dihilangkan dengan tidur lebih awal, atau yang bisa diatasi dengan bepergian ke tempat impian. Ini bertahan yang diartikan sebagai kekuatan, dinamai sebagai ‘yang selalu bisa diandalkan.’ Pujian yang tidak pernah terasa manis, begitu miris. Pikirmu.
Kalau kamu berhenti, semua bertanya ‘kenapa?’ Kalau kamu mengeluh, akan ada yang merasa bersalah, dan kamu akan menghabiskan energimu untuk menenangkan mereka. Jadi? Sebaiknya diam saja, dan teruslah berjalan.
Kamu sering berpikir tentang laut. Bagaimana kapal-kapal itu datang dan pergi. Menurunkan beban, mengambil apa yang mereka butuhkan, lalu berlayar. Tidak ada yang bertanya pada laut, karena laut selalu ada. Sebesar dan sedalam apapun, selalu terlihat menenangkan dan tidak pernah terlihat kepenuhan. Tapi laut juga punya badainya. Dengan caranya, ingin memporakporandakan gelombang, lalu kembali tenang tanpa beban.
Kamu butuh untuk tidak dibutuhkan.
Sampai kamu mampu mengingat lagi bahwa ada bagian dari diri yang bukan milik siapapun. Yang tidak perlu berguna untuk tetap ada. Yang tidak perlu kuat untuk layak beristirahat. Kamu ingin pulang memilih dirimu sendiri, tanpa peran atau kehebatan yang membanggakan. Kamu ingin pulang, bukan lagi sebagai sisa setelah yang lain bahagia, kali ini sebagai yang utama dan satu-satunya.
Tulisan ini, untuk kalian semua yang selalu menjunjung bahagia orang lain diatas miliknya. Waktu akan berpihak dan pelangi itu akan segera tiba. Jangan menyerah ya :’)

No comments:
Post a Comment
gelembung-gelembung sabun!