November 12, 2011

morning thoughts.

this morning,
dengan susu coklat segelas besar di atas meja dan selembar roti berisi peanut butter with strawberry jam, ada lamunan yang lewat sekelebat seperti hantu yang ga tau waktu kalo ternyata ini sudah pagi. and you're not supposed to be here dude. lamunan yang muncul di kuapan pertama dengan mata berkaca-kaca adalah, tentang saat paling bahagia dalam hidup seorang manusia. whats that all about? hell i dont know at all..

sebelum memulai questioner dengan menyebar broadcast message ke teman-teman terdekat tentang ini, sebaiknya menjawab sendiri dulu pertanyaan itu. semenit, dua menit, tiga menit.. Oh My God, i cant even answer it.. what is this? bagaimana bisa ada orang yang masih juga
ga tau kapan saat paling bahagia dalam hidupnya? ada beberapa kemungkinan, antara dia memang ga pernah mengalami saat paling bahagia, atau terlalu banyak kebahagiaan yang dia rasakan, sampai-sampai dia ga tau mana yang sangat membahagiakan dia. semoga yang kedua.

saat paling membahagiakan dalam hidup manusia berbeda-beda kadarnya. ketika mampu berbelanja sepuasnya di salah satu toko dengan brand ternama tanpa limit kartu kredit, tanyakan pada wanita-wanita pemborong yang akan kehilangan jati dirinya tanpa brand itu melekat di balik lehernya atau di bawah sepatunya. ;D atau ketika menemukan sebungkus nasi yang bungkusnya berantakan, di buang karena si pemakan sudah kekenyangan. tanyakan pada pemulung yang kelaparan. atau ketika seorang suami yang bisa memeluk istri dan anaknya setelah terpisah sekian lama. atau ketika seorang father-to-be yang melihat calon anaknya yang bergerak dengan ujung jarinya yang menunjuk di layar ultrasonografi. atau ketika seorang wanita yang mendengar suara laki-laki yang dia cintai dari kejauhan, sedang mengucap ijab qabul untuk menikahinya. atau dia yang sederhana saja menyangatkan kebahagiaannya adalah ketika melihat orang lain bahagia karena dirinya. mungkin juga ketika seorang laki-laki yang masih menjadi orang yang menunggu yang ia cintai, walaupun dia tahu tidak akan ada kemungkinan lagi, dia memilih hidup merajut kebahagiaan yang pernah dia bayangkan tentang perempuan yang selalu menjadi kenangan. itu, tanyakan pada dia yang menyimpan ingatannya dalam-dalam. atau,atau,atau,mungkin,bisa jadi. kebahagiaan mereka tak terbatas.

ternyata broadcast message yang berterbangan pagi ini, cukup meresahkan dan mengganggu morning coffee sebagian besar orang ;p

ada yang marah-marah bilang : "gangguin pagi gue aja lu, ngasi PR! tapi sumpah gue ga tauuu :'( dan ini bakal jadi PR gue seharian sampe di kantor.. kampret."

ada yang masih bertanya-tanya dan pada akhirnya menjawab : "kenapa kalo kita ditanyain tentang saat paling membahagiakan dalam hidup, kita lama mikirnya, tapi kalo ditanyain tentang saat paling menyedihkan, kita berlomba-lomba menjawabnya. weird and true. shit, i still dont know whats mine!"

ada yang lancar sekali menjawab pertanyaan ini.. well, mungkin ini hari yang menyenangkan untuknya. morning coffee nya tersaji dengan panas dan manis yang pas.

ga sedikit dari mereka yang nanya balik, "how about u put? whats yours?"
mati gue. gue jawab "i still dont know whats mine.. *nyengir*" mereka bilang "for having someone growing inside you, for almost being a mom.. isnt that the happiest moment? or for just being a wife whos husband love her? isnt that enough?" kok jadi gue yang dihabisi ya.. hhmm.

well, yes semua itu kebahagiaan yang tidak ada batasnya buat gue. bahkan ini keberuntungan.
gue sangat berbahagia. but yeah, still a big question buat gue kenapa ketika ditanya, gue ga bisa jawab dengan lantang tentang my happiest moment. mungkin bukan ga bisa jawab, tapi belum bisa. karena kalo gue perkirakan, my happiest moment akan tiba nanti, ketika gue berhasil memeluk bayi yang gue perjuangankan antara hidup dan mati. :)

ok, susu coklat sudah habis, roti kesukaan juga sudah last bite.
thank you for reading, thank you for finishing your coffee and toast.
for the sake of our happiest moment, tell me, whats yours? :)

No comments:

Post a Comment

gelembung-gelembung sabun!